TEMA : Individu, Keluarga dan Masyarakat


Judultawuran lagi dan lagi”

 

Sesuai dengan judul diatas, dan seperti kita ketahui bersama akhir-akhir ini banyak terjadi tawuran yang dilakukan oleh pelajar. Belum lama ini 2 sekolah menengah umum dijakarta terlibat tawuran, kedua sekolah yang saling berdekatan ini bentrok didepan salah satu sekolah tersebut. Memang kedua sekolah tersebut sudah “biasa” terlibat tawuran yang hingga kini belum tahu pasti penyebab apa yang membuat kedua sekolahan yang bertetangga ini terus berlangsung..

           

            Dari sekian banyak tawuran yang terjadi penulis tergugah untuk melihatnya lebih dalam dan mungkin penulis ingin menuangkan serta membagi tips untuk semua sekolah, penulis berharap untuk setiap sekolah lebih  tingkatkan keakraban dan silahturahmi antarsekolah maupun siswa,

 

Fenomena tawuran berpotensi terjadi jika tidak ada rasa saling menghargai. Disarankannya agar pihak sekolah aktif menggelar kegiatan yang mempertemukan siswa antarsekolah. Di antaranya berupa kompetisi cerdas cermat, kompetisi olahraga maupun outbond.

 

Beberapa kegiatan diatas yang telah disebutkan mungkin bias meningkatkan silahtuhrahmi dengan begitu antar siswa dapat saling mengenal bahkan menjadi lebih dekat.

 

Mengenai fenomena tawuran pelajar, Ahmad (kepala sekolah) memaparkan, sejak dini sudah membekali siswa dengan sejumlah langkah preventif. Di antaranya, setiap hari, pihaknya rutin memberikan siraman rohani kepada siswa untuk menjauhi segala bentuk kegiatan tercela.

 

Bahkan, dalam kurikulum juga sudah dimasukkan. Paling tidak ada tiga mata pelajaran yang selalu menanamkan dan mengatur perilaku, akhlak, dan etika siswa ke arah yang perbuatan yang terpuji. “Dan syukur, sampai hari ini, tidak ada masalah kriminal. Kami selalu sampaikan ke siswa untuk jauhi dan termaktub dalam pelajaran PPKn, Agama, dan Sosiologi,” kata Ahmad.

 

Selain itu, pihaknya juga punya kegiatan yang dinamakan bina mental dan akhlak. Biasanya, kegiatan dilakukan selama tiga hari dan menanamkan rasa kebersamaan serta kekeluargaan. Pihaknya tidak mengajarkan  kebersamaan dengan perspektif sempit. “Hubungan dengan sekolah lain, apalagi yang bertetangga juga terjalin harmonis,” ia mengucapkan.

 

            Mungkin cukup sekian sedikit tulisan yang dapat penulis tulis, penulis memohon maaf apabila dalam penulisan terdapat kesalahan ataupun kesamaan tulisan.

Terima kasih .

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s